RSS

>SANG PEMBUNUH

26 Apr

>SANG PEMBUNUH
Pisau kecil sepanjang 30 cm yang berlumuran darah itu
masih digenggamannya, wajahnya seram jantungnya
berdetak kencang hingga tak seorangpun berani
mendekat, ya… ia Sang Pembunuh yang telah
merenggut 99 nyawa orang. Ia terus berjalan dengan
pandangan kosong kedepan namun ternyata hati
kecilnya bicara" aku ingin tobat, masihkan Allah
menerimaku di sisiNYA ? " itulah pertanyaan yang terus
ia ulang-ulang tanpa seorangpun mendengarnya.
Akhirnya sang Pembunuh ini memutuskan untuk
curhat kepada Sang Ulama dan bercerita tentang masa
lalunya yang kelabu itu. Ia mengutarakan maksudnya
untuk bertaubat dan menjadi orang yang lebih baik.
iapun bertanya," Aku ingin tahu, apakah Allah masih
mau mengampuniku??
Sang Ulama ini rupanya belum cukup banyak belajar. Ia
menjawab," Mana mungkin, kamu sudah sejahat itu
akan diampuni, nerakalah yang pantas buat orang
seperti kamu". " Kalau begitu, lebih baik kau juga
kubunuh saja sekalian" . ujar si Pembunuh, Ia pun
membunuh Ulama itu. Kemudian ia berjalan dan
menemui Ulama yang lain. Ia mengatakan telah
membunuh seratus orang." Aku ingin tahu, apakah
Allah akan mengampuniku jika aku bertaubat?
tanyanya,
Ulama kedua ini lebih bijak dari yang pertama. Ia
menjawab," Tentu saja kau akan diampuni.
Bertaubatlah sekarang juga. Aku hanya punya satu
nasihat untukmu; jauhilah teman-temanmu yang suka
bermaksiat dan bergabunglah dengan orang-orang
yang saleh, karena teman yang suka maksiat itu akan
mendekatkan kamu kepada dosa dan neraka".
Orang itu lalu bertaubat dan menyesali dosa-dosanya.
Ia menangis memohon ampunan Tuhan. Kemudian ia
pun HIJRAH menjauhi teman-temannya yang suka
maksiat dan pergi mencari perkampungan tempat
orang-orang saleh tinggal. Namun ketika ia berada di
perjalanan, ajalnya tiba.
Malik, Malaikat Penjaga Neraka, dan Ridwan, Malaikat
Penjaga Surga, sama-sama datang untuk menjemput
ruhnya. Malik berkata bahwa orang itu adalah pendosa
besar dan tempatnya di neraka jahanam. Tetapi Ridwan
juga mengklaim bahwa orang itu layak masuk surga.
Malaikat Ridwan berkata, Orang ini bertaubat dan telah
memutuskan untuk menjadi orang baik. Ia sedang
menempuh perjalanan ke kampung tempat tinggal
orang-orang saleh ketika ajalnya tiba.
Kedua malaikat itu pun berdebat. Jibril datang untuk
menyelesaikan masalah. Setelah mendengar
pernyataan dari kedua malaikat, Jibril memutuskan,
Ukur jaraknya. Jika tanah tempat mayatnya berada lebih
dekat kepada orang-orang saleh, maka ia masuk surga;
namun jika letak mayatnya lebih dekat kepada orang-
orang jahat, ia harus masuk neraka.
Karena mantan Pembunuh itu baru saja meninggalkan
tempat kemaksiatan, ia masih terletak dekat sekali
dengan tempat itu. Tetapi karena ia bertaubat dengan
amat tulus, Tuhan memindahkan tubuhnya dari tempat
ia meninggal ke dekat perkampungan orang saleh. Dan
hamba yang bertaubat itu pun diserahkan ke dekapan
malaikat penjaga surga.
Allah Berfirman dalam Hadits Qudsi " Jika hamba-Ku
mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, Aku akan
mendekatkan diri kepadanya satu depa. Apabila dia
kembali kepada-Ku sambil berjalan Aku akan
menyambutnya sambil berlari".
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang
Allah, sebesar apapun dosa dan maksiat yang pernah
kita lakukan, Allah masih senantiasa membuka pintu
taubat dan pintu SorgaNYA ketika kita benar-benar
menyesali diri dan berjanji untuk menghidar dan tidak
akan melakukan kebiasaan maksiat kita.
Seberapa nikmat dan bahagianya sih ketika kita
melakukan maksiat ? mengapa tidak kita coba anggaran
kemaksiatan itu kita alokasikan untuk kegiatan MEMBERI
& MEMBAHAGIAKAN anak istri kita, keluarga kita dan
orang-orang disekitar kita yang kurang beruntung
kehidupannya ? kita akan merasakan kenikmatan dan
kebahagiaan yang luar biasa, pasti !. lalu seberapa lama
sih kita mampu melakukan maksiat itu ? setahun, 5
tahun, atau seumur hidup? Tahukah kita berapa lama
kita masih diberi kesempatan hidup ? jangan-jangan
besok atau lusa kita sudah dead ? ah betapa rugi dan
celaknya kita kalo itu terjadi
Sahabat, ternyata kegiatan MEMBUNUH itu tidak hanya
menghabisi nyawa orang, kita sering kali membunuh
tanpa sadar, kita sangat hafal dengan pepatah" Lidah itu
lebih tajam daripada Pedang " yang selaras dengan ayat
" Fitnah itu lebih kejam daripada Pembunuhan ".
Dengan lidah kita seringkali tanpa sadar kita telah
MEMBUNUH KARAKTER anak-anak kita sendiri, anak
asuh dan anak didik kita dan orang-orang disekitar kita
yang menurut kita bisa menjadi pesaing kesuksesan
kita. Dengan caci makian, fitnahan, gosib, adu domba
dan cibiran yang membuat seseorang terbunuh
karakter dan psikologinya, orang tersebut menjadi
pesimis, stagnan, stress kehilangan pekerjaan dan
jabatannya bahkan terjerumus ke dunia hitam yang
mendekatkan dirinya kepada kematian yang
sesungguhnya.
Bukan hanya itu Sistempun bisa menjadi alat
pembunuh yang sangat dahsyat, Sistem Pendidikan
Formal kita telah membunuh Intelektual, Kompetensi
dan Kejujuran anak-anak kita, Sistem Birokrasi ? Sistem
Ekonomi?, Sistem Politik?, Sistem Perbankan ? duh
rasanya gak perlu kita bicarakan karena sangat
menyakitkan dan bisa jadi akan membunuh kita, lebih
baik kita perbaiki Keyakinan kita akan kemahakuasaan
Allah SWT yang mampu membalik kegelapan menjadi
terang benderang, lebih baik kita perbaiki kesadaran kita
bahwa kita akan meninggalkan dunia yang sementara
ini menuju sebuah kehidupan yang lebih indah dan luar
biasa nikmatnya yang harus kita perjuangan dengan
segala potensi yang telah kita peroleh selama numpang
dan ngemper di dunia ini.
"Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Tuhan
kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan
bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa". "(yaitu) orang-orang yang menginfakan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan
mema'afkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai
orang-orang yang berbuat kebaikan." ( Ali Imron :
133-134 )
So… jangan pernah berhenti mengabadikan yang
tersisa, karena bisa jadi yang tersisa itulah yang akan
menyelamatkan dan mengantar kita ke sebuah ISTANA
SORGA yang penuh dengan segala kenikmatan, amin.
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 April 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: