RSS

>Menikmati Al – Qur an

24 Mar

>http://fatwa09.blogspot.com

MENIKMATI AL-QUR'AN

Adalah Mush'ab bin Umair seorang pemuda tampan anak konglomerat yang
sangat penasaran mendengar bahwa ada sebuah Islamic Home Schooling di
Bukit Shofa tepatnya di rumah Arqom bin Abul Arqom yang dibina
langsung oleh sang Al-Amin Muhammad SAW, Mush'ab segera bergegas
ketempat tersebut ingin melihat dan mendengar secara langsung apa yang
menjadi daya tarik Home Schooling tersebut, Mush'ab masuk dan
menempati sudut ruangan perlahan dari hati dan lisan Muhammad SAW
mengalir Ayat demi Ayat Al-Qur'an penuh dengan pesona menembus
dada-dada para audien tak terkecuali Mush'ab. Hatinya sejuk bak
tersiram embun seketika itu juga Mush'ab menyatakan keislamannya.

Dengan berislam Mush'ab semakin bijak dan cerdik, ditinggallah semua
fasilitas kemewahan dari orang tuanya, dia rela memulai hidup baru
dari nol, berpahit-pahit meninggalkan kemewahan sesaat, untuk
mengemban tugas dari Rosulullah SAW sebagai Duta Besar ke Madinah,
berdakwah mempersiapkan Madinah sebagai Kota Hijrah yang
representatif.

Berbekal Ayat-Ayat Al-Qur'an yang telah terinstall dalam sanubarinya,
Mush'ab semakin berwibawa dan disegani, dengan didampingi oleh
sahabatnya As'ad bin Zurarah satu per satu kabilah-kabilah dan
suku-suku didatangi untuk diajak sejenak mendengarkan keindahan Wahyu
Al-Qur'an, hingga suatu ketika Mush'ab berdakwah di tengah orang-orang
suku Abdul Asyhal, tiba-tiba sang Kepala Suku Usaid bin Hudhair dengan
kemarahan yang membuncah mendatanginya sambil menghunus Tombak. " Hai
kamu pemuda bau kencur, berani-beraninya kamu hendak membodohi rakyat
keci kami, pergi ! tinggalkan tempat ini jika tidak ingin nyawa kamu
melayang ".

Mendengar ancaman sang Kepala Suku, Mush'ab tak bergeming sedikitpun,
dengan ketenangan, ketulusan hati dan senyum manisnya, Mush'ab
kemudian bernegosiasi dengan sang Kepala Suku, kata-kata yang sejuk
dan manispun keluar dari bibirnya " Bagaimana kalau kita duduk sejenak
mendengarkan terlebih dahulu apa yang hendak kami sampaikan ? Jika
nanti Anda tertarik, silahkan Anda dapat menerimanya, namun jika nanti
Anda tidak suka, kami akan menghentikan apa yang tidak Anda sukai,
bagaimana ? ".

" Ok, baiklah ", kata Usaid yang kemudian duduk sambil meletakkan
tombaknya. Mush'ab mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan
menguraikan dakwah yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Bacaan dan uraian
Wahyu yang meluncur dari hati dan bibir Mush'ab mengalir ke telinga
menembus dada dan menerangi hati Usaid. Belum usai Mush'ab membaca dan
memberikan uraiannya, tiba-tiba bibir Usaid bergetar dan berkata "
Alangkah indahnya kata-kata itu, tidak satupun ada kesalahan, Hai
Pemuda, apa yang harus aku lakukan jika aku mau masuk Agama Muhammad ?
", " Alhamdulillah, bersihkan pakaian dan badan Anda lalu ucapkanlah
Asyhadu an laailaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rosulullah
", jawab Mush'ab. Seketika itu juga Usaid melaksanakannya.

Dilain peristiwa seorang Preman kelas kakap yang sangat disegani dan
ditakuti, ia tidak segan membunuh siapa saja yang ia anggap layak
dibunuh, dialah Umar bin Khothob, tak ada seorangpun berani
melawannya, disebutkan namanya saja orang sudah gemetaran apalagi
berhadapan dengannya, namun ternyata ada seorang wanita muda yang
mampu melumpuhkan kebengisan sang Preman ini, dia tidak lain adalah
Fatimah adik kandungnya sendiri.

Suatu hari ketika Umar bin Khothob pulang kerumah, sebelum masuk rumah
dia mendengar lantunan bait-bait indah yang keluar dari mulut adiknya,
diintipnya dari balik pintu ternyata adiknya membaca lembaran-lembaran
yang dia tidak pernah tahu dan melihatnya namun dia menduga pasti itu
adalah ajaran dari Muhammad, gemuruh kemarahan Umar seketika bangkit
dan mendobrak pintu rumahnya, " Hai perempuan kecil apa yang kau baca
barusan, cepat serahkan kepadaku kalau tidak ingin kupatahkan tanganmu
atau kusobek mulutmu " bentak umar kepada adiknya Fatimah. " oh tidak,
lebih baik nyawaku melayang daripada harus menyerahkan lembaran Kitab
ini kepada orang kotor seperti kamu ", jawab Fatimah tanpa rasa takut
sedikitpun.

Dicengkeramlah kedua bahu fatimah lalu diangkatlah tubuhnya oleh Umar,
" Dasar perempuan, berani sekali kau melawanku, serahkan
lembaran-lembaran Kitab itu atau aku banting tubuhmu ? ", kebengisan
umarpun terpancing. " Baiklah, tapi sebelum kuserahkan Lembaran Kitab
ini, dengarkan dulu isinya, bagaimana ? " nego Fatimah kepada kakaknya
Umar " , perlahan umarpun melepaskan cengkeramannnya, lalu mencoba
duduk menuruti kemauan adiknya.

Mulailah Fatimah membuka lembaran Kitabnya, lalu membaca dengan penuh
cinta dan ketulusan beberapa petikan Ayat dari Surat Thoha😦
sebaiknya Anda buka Al-Qur'an dan membaca ayat-ayat dibawah ini

" Thaha, Kami tidak Menurunkan al-Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah;
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
diturunkan oleh (Allah) yang Menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang Bersemayam di atas Arasy.
Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang
ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.". ……….( Thoha
: 1-6 )

Begitu mendengar ayat-ayat tersebut mengalir sejuk menembus dada dan
hati Umar yang telah membatu seketika itu juga hatinya mencair jernih,
tanpa terasa buliran air mata Umar menetes dan semangat untuk
mendatangi sumber ajaran tersebut sudah tak terbendung lagi, ia
bangkit menuju Islamic Home Schoolingnya Rosulullah, sesampainya di
depan pintu, dengan suaranya yang menggelegar dan gayanya yang khas
sambil menngedor pintu, umar berteriak : " Hai, buka pintunya cepat !,
ini Umar datang mau ketemu Muhammad, cepat, cepat buka pintunya ".
Serentak para Sahabat yang ada di dalam panic lalu bangkit
menghunuskan pedangnya, " Ya Rosul Umar bin Khothob datang, bagaimana
ini ? ", " sarungkan pedang kalian, sambut Umar dengan ramah dan
senyuman, karena dia akan menjadi Sahabat kalian dan mengokohkan
barisan kita ".

Pintupun di buka, Umar langsung berlutut dihadapan Rosulullah SAW dan
menjabat tangan Beliau " Ya Muhammad, apa yang harus aku katakana
kalau aku ingin jadi pengikutmu ?". " Alhamdulillah, Allahu Akbar,
ucapkanlah ya Umar , Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna
muhammadan rosulullah ", umarpun menirukannya dan bergemalah kumandang
takbir Allahu Akbar berkali kali dari para sahabat yang hadir
menyambut islamnya Umar, maka semakin kokohlah barisan dakwah
Rosulullah SAW ketika itu.

Sahabat yang senantiasa dalam naungan Hidayah Allah SWT, seorang
Preman hatinya bisa luluh karena mendengar Al-Qur'an, seorang
konglomerat juga lunak dengan Al-Qur'an, demikian juga seorang budak
dan orang-orang biasa pada umumnya semua tersentuh dan membenarkan
Al-Qur'an yang dibacakan oleh Muhammad SAW dan para Sahabatnya. Dan
yang tidak kalah penting bangsa JIN saja terpesona dengan Al-Qur'an,

"Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan
jin telah mendengarkan Al-Qur'an lalu mereka berkata, "Kami telah
mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan ". ( Q.S. Jinn : 1 )

Yah…. Jin saja terpesona mendengar Al-Qur'an dibacakan, bagaimana
dengan kita ? peasaan apa ketika Mushab Al-Qur'an ada dihadapan kita,
lalu kita pegang terus kita buka untuk membaca atau belajar ? baru
juga beberapa ayat kita baca atau kita pelajari rasanya sudah jenuh
dan matapun mengantuk bandingkan dengan kalau kita nonton Film atau
Sinetron atau baca novel, satu jam lebih gak terasa.
Atau ketika kita mendengar bacaan Al-Qur'an / Murottal, berapa lama
kita tahan mendengarkannya ? mungkin hanya beberapa menit saja kita
tahan mendengarkannya itupun pikiran kita sudah panas dan makin
tegang, bandingkan jika kita mendengarkan musik ? puluhan lagu berlalu
tanpa terasa bahkan begitu nikmatnya hingga kaki, tangan dan mulut
kitapun ikut bereaksi mengiring i irama lagu tersebut, lihatlah
bagaimana reaksi penggemar pentas musik ! wow…. Benar-benar edan.

Sahabat, maaf catatan ini cukup panjang, lanjutannya silahkan klik
saja http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
—————-

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: