RSS

>MAMA AKU DATANG….

17 Jan

>Mama Aku Datang………..

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah Negara di
amerika selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota.
Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu sangat dikenal, dimulai
dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil,
tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu
sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ,
melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halmannya.

Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota
terlalu berat, dan belum setahun mereka di kota itu mereka kehabisan
seluruh uangnya. Pada suatu pagi, mereka sadar bahwa mereka tidak tahu
di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeser pun uang ada di
kantong. Padahal, mereka sedang menggendong bayi mereka yang ber umur
1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu
jalan ke jalan lainnya dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana
puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk
berteduh.

Saat itu angin desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang
dingin, ketika mereka beristirahat di bawah atap toko itu, sang suami
berkata, "saya Harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus
mendapatkan pekerjaan, apa pun, kalau tidak malam nanti kita akan
tidur di sini."

Setelah mencium bayinya, ia pergi dan tidak pernah kembali lagi. Tak
seorang pun yang tahu pasti ke mana pria itu pergi, tapi beberapa
orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju afrika selama
beberapa hari berikutnya, sang ibu yang malang terus menunggu
kedatangan suaminya dan bila malam tidur di emperan toko. Pada hari
ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat
mulai memberi mereka uang kecil dan jadilah mereka pengemis di sana
selama 6 bulan berikutnya.

Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan
yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.
Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya yang kini sudah
hampir 2 tahun dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada
jalan lain, kecuali meninggalkan anak itu di situ dan berharap agar
nasib tidak memperburuk keadaan mereka.

Suatu pagi, ia berpesan pada anaknya agar ia tidak ke mana-mana, tidak
ikut siapa pun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula.
Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapa pun
selama ibunya tidak di tempat.

"Dalam beberapa hari, mama akan mendapatkan cukup uang utnuk menyewa
kamar kecil yang berpintu dan kita tidak lagi tidur dengan angin di
rambut kita."

Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka, sang
ibu mengatur kotak kardus di mana mereka tinggal selama 7 bulan agar
tampak kosong dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya.
Di sebelahnya, ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata
basah ibu itu menuju ke pabrik sepatu di mana ia bekerja sebagai
pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari hingga
di kantong sang ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah
kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita, ia menuju ke
penginapan orang-orang miskin itu dan membayar uang muka sewa
kamarnya. Tapi, siang itu juga ketika sang ibu sedang bekerja,
sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis
cilik itu dengan paksa dan membawanya sejauh 300 kilo meter ke pusat
kota

Di situ, mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki
wajahnya, menyisiri rambutnya, dan membawanya ke sebuah rumah mewah di
pusat kota. Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan
suami istri dokter yang kaya yang tidak pernah bisa punya anak sendiri
walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.

Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona dan memanjakannya dengan
amat sangat. Di tengah-tengan kemewahan istana itulah, gadis kecil itu
tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti
merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan
kalangan-kalangan kelas atas dan mengendarai Mercedes benz ke mana pun
ia pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya dan bumi
terus berputar tanpa kenal istirahat

Pada umurnya yang ke-24, serrafona dikenal sebagai anak gadis Guberbur
yang amat jelita, yang pandai bermain piano yang aktif beribadah dan
yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yagn
menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter
muda yang welas asih bernama Geraldo.

Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat dan serrafona beserta
suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real estate sebesar
14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah
di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi
yang mengubah kehidupan wanita itu.

Pagi itu, Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang
sudah tidak pernah dipakai lagi dan di laci meja kerja ayahnya ia
melihat selembar foto suami sitri. Selimut yang dipakai untuk
menggendong bayi itu lusuh dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus
karena walaupun wajahnya dilapisi bedak, tetapi rambutnya tetap kusam.
Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang.
Ia mengambil kaca pembesar dan mengonsentrasikan pandangannya pada
telinga kiri bayi itu. Kemudian, ia membuka lemarinya sendiri dan
mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni.

Di dalam kotak itu, dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya
dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat peribadi. Tapi, di
antara benda-bernda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil,
sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan, dan
bukan emas murni.

Ibunya almarhum memberinya benda itu. Ia sempat bertanya dimana yang
satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona
menaruh anting-anting itu di dekat foto. Sekali lagi, ia mengerahkan
seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang.
Kini, tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya
sendiri.

Tapi, pria dan wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat
itu belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu
lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan
–pertanyaannya, misalnya kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah
kedua orang tuannya kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.

Saat itulah. Sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam,
berkilat di benaknya bayangan seorang wanita membelai kepalanya. Dan
mendekapnya di dada. Di ruangan itu. Mendadak serrafona merasakan
betapa dinginnya sekelilingnya, tetapi ia juga merasa berapa hangatnya
kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu.

Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan bersama. Matanya basah
ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang
membaca Koran,"Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis dan
mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun"

Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu
serrafonna. Foto hitam putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu
lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian di seluruh ngeri.
Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di
kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor
kearsipan, kantor surat kabar, dan kantor catatan sipil. Ia membentuk
yayasan—yayasan untuk untuk mendapatkan data dari seluruh panti—panti
orang jompo dan badan-badan social di seluruh negeri dan mencari data
tentang seorang wanita…..

Lanjutannya

silahkan klik
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

di Kolom NEWS
——————–

=======================================

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2011 in Uncategorized

 

One response to “>MAMA AKU DATANG….

  1. Zahrameyriska Chicovers

    30 Januari 2013 at 7:23 PM

    Tolong sekali itu lanjutannya dimana??
    saya cari di alamat itu kok tidak ada
    terimakasih dan tolong dijawab🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: