RSS

Ketika merapi bicara

11 Jan

KETIKA MERAPI BERBICARA

Sahabat sukses yang disayang Allah SWT, apakah yang terfikir oleh kita
ketika Banjir, Gempa, Tsunami, Angin Puting Beliung, dan muntahnya
lahar dan debu panas Gunung Merapi ?
Apakah bencana-bencana seperti itu pernah datang sebelum kita ? bahkan
di zaman nenek-nenek moyang kita atau bahkan zaman ummat-ummat
Nabi-Nabi terdahulu sebelum ummat Muhammad SAW ?

Apakah bencana-bencana seperti hanyalah rutinitas gejala alam atau
hukum alam semata ? mengapa kejadiannya selalu tiba-tiba dan tidak
pernah dapat diprediksi ?

Bukankah Kaum 'Aad dan Kaum Tsamud dibinasakan secara tiba-tiba dengan
petir dan angin puting beliung yang sangat dahsyat ? karena mereka
tidak yakin adanya Hari Akhirat dan telah menghina Nabi mereka

Bukankah Kaum Nabi Luth ditelan bumi karena membudayakan gaya hidup
pemuasan nafsu yang tidak pada tempatnya dengan homosex dan freesex
serta menentang dan menantang ajaran Nabi mereka

Bukankah Ummat Nabi Nuh habis ditenggelamkan dengan banjir bandang
yang sagat besar dan tidak satupun yang mampu menyelamatkan diri
kecuali mereka yang mengikuti perintah Nabi mereka untuk naik dalam
Perahu Nabi Nuh ?

Bukankah Fir'aun dan bala tentaranya ditelan Tsunami karena
kesombongannya mengaku dirinya Tuhan ?

Maka jika saat ini terjadi bencana-bencana yang serupa maka dapat
dipastikan bahwa sebagian besar diantara kita mulai dari rakyat sampai
pejabat telah mengikuti jejak-jejak perilaku kemaksiatan ummat-ummat
yang terdahulu !! Pasti…..

Sahabat, ternyata seluruh Makhluq ciptaan Allah baik yang di Langit
maupun di Bumi ini adalah HIDUP. Karena setiap benda mati yang disebut
dalam ilmu Fisika ataupun makhluk hidup itu sendiri pasti tersusun
dari sebuah ATOM yang didalamnya terdapat Proton, Neutron dan Elektron
yang senantiasa bergerak tiada henti sesuai dengan karakter benda itu
sendiri. Dan dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa semua Makhluq ciptaan
Allah ini senantiasa berzikir bertasbih dengan caranya masing-masing.

Alam semesta ini sangat-sangat patuh terhadap Sunnatullah ( aturan
Allah yang berlaku atasnya ). Pepohonan rela dipotong-potong dan siap
difungsikan sebagai apa saja untuk kemanfaatan makhluk yang lain
utamanya manusia, Gunung-gunung juga dengan ikhlashnya dihancurkan dan
dibentuk dalam berbagai ukuran juga untuk kemaslahatan makhluk lain
khususnya manusia, tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan berbagai macam
buah-buahan dengan relanya memberikan hasil buahnya berbagai rasa dan
nikmatnya lalu rela mati hanya untuk membahagiakan makhluk lain
khususnya manuasia

Betapa taatnya Alam ini dengan keputusan Allah SWT, lalu mengapa
kadang-kadang tiba-tiba Alam ini tidak lagi bersahabat dengan kita
bahkan cenderung marah dengan kita ?

Sebenarnya Alam ini bukan sedang marah atau tidak lagi bersahabat
dengan kita justru karena sayangnya Alam ini kepada kita, mereka
sedang menegur dan menasehati kita dengan bahasanya sendiri agar kita
kembali ingat kepada yang menciptakan kita, yang memberi nafas dan
hidup kita, yang melimpahkan rizki kepada kita, yang membahagiakan
kita, yang memberikan segala-galanya kepada kita.

Ketika hujan Abu Gunung Merapi terbang ke berbagai wilayah yang sangat
jauh adalah bentuk peringatan dan nasehat bahwa kita yang jauh dari
bencana itupun suatu saat akan mersakan hal yang sama jika Sunnatullah
yang berlaku atas diri kita kita langgar secara sistemik, dan ternyata
Abu merapi juga sampai di Ibu Kota Jakarta itu artinya Gunung Merapi
ini sedang bersilaturrahim kepada pimpinan tertinggi negara ini serta
penguasa-penguasa Negeri ini agar mau mencoba menerapkan Sistem Allah
SWT sebagai aturan kehidupan berbangsa dan bernegara di Negeri yang
sangat kaya denga berbagai macam kekakyaan Alamnya ini.

Jadi sebenarnya Alam ini tidak pernah marah dengan kita tetapi karena
sangat ketakutan kalau tidak berdakwah memberi peringatan kepada
makhluk disekitarnya khususnya manusia yang sudah mulai menjauh,
menyimpang bahkan menentang Aturan Allah SWT.

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih
keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang
mengalirsungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang
terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh
ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah……" (Al-Baqarah:
74).

"Kalau sekiranya kami menurunkan Al-qur'an ini kepada sebuah'gunung,
pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut
kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia
supaya mereka berpikir. " (Al-Hasyr : 21)

Ditulis kembali oleh : Yaser A

Sumber :
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Januari 2011 in Religi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: