RSS

>REGENERASI (Selamat Menjalani Tahun Baru 1432 Hijriyah)

07 Des

>REGENERASI

" APA YANG DI SISIMU AKAN LENYAP, DAN APA YANG ADA DI SISI ALLAH
ADALAH KEKAL. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada
orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang
telah mereka kerjakan ". ( An-Nahl : 96 )

Sahabat yang disayang Allah SWT, seringkali kita tak merasakan bahkan
tidak menyadari bahwa detik demi detik, hari demi hari dan akhirnya
tahunpun berganti, dan betapa jatah hidup kita semakin berkurang dan
terus menerus berkurang, sementara itu kadang tak terfikir oleh kita
KARYA PRESTATIF/ Amal Sholeh apa saja yang sudah kita ukir ? seberapa
jauh kita telah menduplikasi ilmu dan kompetensi kita kepada anak-anak
dan generasi kita ? Adakah Investasi Akhirat yang selalu kita sisihkan
selama hidup kita ? sehingga kelak ketika kita meninggalkan kehidupan
ini kita dengan cara LUAR BIASA, SEMAKIN SUKSES, dan SEMAKIN BAHAGIA
selama lamanya, karena menikmati indahnya bunga dan buah hasil
investasi kita selama hidup.

Sahabat, apa yang ada ditangan kita saat ini dan esok tak akan ada
satupun yang tak lenyap apalagi mengekalkan kehidupan kita, karena
hakekatnya kita hidup ini menuju titik kefanaan, namun kita sangat
bisa menjadi MANUSIA yang memiliki AMAL UNLIMITED dengan cara :
Menduplikasi Ilmu dan Kompetensi kita kepada Anak-anak dan Generasi kita
Menginvestasikan Harta untuk Kepentingan Proyek-Proyek REGENERASI yang
memperjuangkan REVOLUSI SISTEM
Membangun Mesin SDM yang Handal, Kompeten, dan Visioner yang mampu
menjadi Agen Perubahan menuju SISTEM ALLAH.

Maka jika ini lakukan, hidup kita memang tidak kekal tetapi Amal kita
menjadi KEKAL dan UNLIMITED hingga dunia ini digulung oleh Sang Maha
Pencipta, Pasti !

—————

Dikisahkan, disebuah kolam yang airnya berlumpur, disana tumbuh pohon
bunga teratai muda. Pohon itu tumbuh dengan beberapa helai daun yang
hijau dan kuncup, serta sekuntum bunga teratai berwarna merah di
atasnya. Saat malam mulai meninggalkan peraduan, angina-angin
berhembus perhalan membawa halimun dan kemudian berbuah menjadi
tetes-tetes embun di antara daun teratai.

Suatu hari, ketika daun teratai membuka mata memulai pagi yang cukup
dingin, dia merasa takjub dengan alam sekitarnya. Tiba-tiba si daun
teratai tersadar, di atas tubuh hijau daunya ada sedikit embun yang
begitu lembut dan bening. Dengan ceria di sapanya embun, "hai, engkau
siapa? Dari mana datangmu dan bagaimana bisa tiba-tiba berada di atas
punggungku?"

Si embun pun menjawab, "aku biasa di namakan embun. Saat menjelang
pagi, di alam semesta ini ada uap air yang terbawa hembusan
angina-angin yang kemudian menciptakan titik air, inilah yang
menjadikannyaseperti diriku sekarang.

"wah, aku senang sekali bisa berteman dan ngobrol denganmu," kata si
daun teratai.

"tapi maaf teman baruku. Bila sebentar lagi matahari mulai bersinar,
aku pun harus segera pergi, karena begitulah sifat alam, adanya embun
di pagi hari sebentar kemudian akan segera menguap bila tertimpa sinar
matahari," ujar embun kepada daun teratai.

Si daun yang merasa mendapat teman baru memohon kepada embun, "tolong
tetaplah disini, jangan pergi." Namun, seperti yang dikatakan embun,
saat matahari menyinari bumi dengan kehangatannya, embun itupun segera
berlalu dari tubuh daun teratai.

Keesokan harinya, saat daun teratai memulai kembali harinya, dia
begitu gembira. Rupanya ia melihat embun kembali berada di
punggungnya. Maka dia pun menyapa riang embun itu, "hai sobat, kita
berjumpa lagi."

Tapi, embun berkata, " hai juga aku embun baru, kita belum saling kenal."

"lo, bukankah kamu embun yang kemarin?"

"bukan! Aku embun hari ini, aku tidak ada kaitanya dengan embun yang
kemarin," ujar embun yang membuat daun teratai heran. Belum sempat
teratai bertanya labih jauh, embun itu pun segera menguap kembali
tertimpa sinar matahari.

Peristiwa serupa pun terjadi dari hari ke hari dan setiap hari daun
teratai tetap tidak mengerti, mengapa embun yang sama bentuknya,
setiap hari selalu tidak mengakui dirinya sebagai embun embun yang
kemarin. Maka, hari-hari pun berlalu terus hingga berganti bulan. Si
daun teratai pun berumur semakin tua. Akhirnya, ia pun muali terkoyak
dan selanjutnya menguning. Hari demi hari telah di lalui hingga kini
saatnya ia akan di gantikan oleh tunas daun teratai yang baru.

Sahabat, secara sunnatullah alam semesta ini selalu regenerasi dan
terus menerus meregenerasi, akankah kita berdiam diri untuk pintar
sendiri, kaya sendiri, canggih sendiri, berkuasa sendiri terus mati
sendiri tanpa ada Pendamping Amal yang cukup ???

Bersama Rumah Yatim Indonesia mari bersama berinvestasi membangun
MESIN SDM yang akan melahirkan GENERASI yang siap berjuang untuk
REVOLUSI SISTEM yang indah tanpa darah dan air mata. MIMPIKAH KITA?
Kalau mereka mampu mengacak-acak Sistem di negeri kita tercinta ini,
mengapa kita tidak ? padahal kita punya Al-Qur'an sebagai Sistem Hidup
yang teruji ketangguhannya sementara mereka tidak !

Yuk kita dukung terus program-program Rumah Yatim Indonesia walau
hanya dengan YANG TERSISA DITANGAN KITA.

Selamat TAHUN BARU ISLAM, sebuah momentum untuk menghijrahkan diri
kita dari segala yang dilarang oleh Allah menuju segala yang
dihalalkan Allah SWT.
Klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: