RSS

>Serba Gratis itu Tidak Mendidik

13 Nov

>

SERBA GRATIS ITU TAK MENDIDIK

' Barang siapa yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayarkan
kepadanya suatu saat akan menerima lebih dari apa yang ia kerjakan."

Ada sebuah cerita tentang seorang raja yang suatu hari memanggil
penasihatnya. Raja itu meminta kepada sang penasihat untuk menuliskan
kebijakan-kebijakan pada zaman itu agar bias dibaca oleh generasi
mendatang.

Setelah beberapa waktu, si penasihat datang menghadap Raja dengan
membawa beberapa jilid kebijakan yang sudah ditulisnya. Setelah
membacanya, sang Raja berpendapat bahwa kebijakan itu terlalu banyak
dan rakyat pasti tidak bersedia membacanya.

Sang penasihat memperbaiki tulisannya dan kembali menghadap Raja
dengan satu jilid. Komentar Raja masih sama, "Terlalu banyak!"

Penasihat itu pun kembali memperbaiki kebijakannya. Setelah selesai,
ia datang kepada Raja untuk membacakan satu kalimat penting. "Tidak
ada makan siang gratis," katanya.

Raja mengangguk sambil berkata. "satu kalimat kebijakan itu sudah
cukup untuk dibaca oleh generasi yang akan datang." Rupanya mental
Cuma-Cuma saat itu sudah sedemikian parahnya.

Pepatah lama mengatakan bahwa ada suatu harga yang harus dibayar untuk
apa pun yang anda inginkan. Saya teringat beberapa tahun lalu, ketika
saya memutuskan menjadi seorang penulis. Saya harus membayar impian
saya tersebut dengan menghabiskan waktu berjam-jam didepan computer,
menyediakan banyak waktu untuk menulis dan mengetik naskah, serta
mencari data-data dan berpikir keras untuk menemukan sebuah inspirasi
yang sesuai dengan buku yang saya tulis itu.

Tidak ada yang Cuma-cuma di dunia ini, termasuk untuk sebuah
cita-cita. Anda harus berjuang dan berusaha sekeras-kerasnya untuk
mencapainya. Ingatlah bahwa semakin besar harga yang anda bayar'
semakin besar pula hasil yang akan anda dapatkan. Jika bersedia
melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukan orang lain, kita akan
memdapatkan sesuatu yang tidak akan didapat oleh orang lain. Jika
bersedia mempersiapkan sesuatu lebih dari orang lain, seperti rencana
yang lebih matang dan bekerja lebih keras dari yang dilakukan orang
lain, kita akan mendapatkan penghargaan yang tidak didapatkan orang
lain.

Pengalaman ketika anak-anak asuh kita, kita berikan sesuatu dengan
cuma-cuma begitu saja maka barang tersebut dipastikan tidak akan
pernah awet, mereka seenaknya saja menelantarkan barang tersebut
bahkan membuangnya. tetapi ketika kita berikan sesuatu tetapi harus
ada upaya untuk mendapatkannya maka barang tersebut akan menjadi
kebaggaan tersendiri. misalnya : " Anak-anak akan dibagikan seragam
Taek Wondoo tetapi i seragam itu bisa kalian peroleh di Rumah Ustad
Aly di Tasikmalaya, kalian harus mengambilnya dengan lari atau jalan
kaki dari Pesantren ini ( Manonjaya) ke Tasikmalaya yag jaraknya 5 km
PP (10 Km), perginya kalian pakai baju biasa pulangnya sudah harus
pakai seragam dan tidak boleh ada seorangpun yag membawa uang", maka
dipastikan seragam itu akan awet dan menjadi kenangan tersendiri.

Atau misalnya lagi, Bagi para anak asuh yang siap dikirim ke Lembaga
Bahasa Asing selama 1 tahun gratis wajib ketika pulang membawa teman
satu lembaganya minimal 5 orang dan wajib mengajar adik-adiknya
minimal 10 anak sampai bisa.maka dipastikan ketika ia dikirim akan
merasakan tanggungjawab dan belajar dengan penuh kesungguhan karena
sebuah penghargaan atas dirinya.

hal-hal semacam ini juga layak kita terapkan untuk anak-anak kita agar
dia tumbuh dewasa tidak manja, bertanggungjawab dan mandiri.

Ditulir oleh : Yaser A.

Sumber :
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: