RSS

>Mudik lebaran

09 Sep

>Memanfaatkan Mudik Lebaran untuk Berziarah.
Mudik adalah tradisi yang subtansinya sangat mulia. Menjalin silaturrahim dengan orang tua, keluarga, kerabat dan sahabat di kampung halaman. Membahagian mereka. Membagikan sebagian rejeki kepada mereka yang membutuhkan.  Sembari menikmati nuansa indahnya pemandangan desa, setelah sekian lama dilelahkan oleh kebisingan kota. Idul Fitri adalah hari kita kembali pada fitrah, kesucian jiwa dan kebahagiaah hati. Setelah berpuasa satu bulan, melatih diri untuk ikut merasakan beban-derita kaum fakir-miskin, kerabat dan sahabat yang kesulitan. Idul Fitri adalah hari seluruh kaum muslimin berbahagia. Menghilangkan derita yang mencekam, menghibur yang berduka. Saling memaafkan semua kesalahan dan dosa. Menjalin silaturrahim, melepaskan semua ganjalan, membuka pintu hati untuk menggapai kebahagiaan. Dan tak kalah pentingnya membuka peluang pintu penghidupan bagi yang membutuhkan. Karena itulah di penghujung bulan Ramadhan Islam mewajibkan kita menguarkan zakat guna membahagiaan kaum fakir-miskin, janda-janda tua yang tak berdaya, dan saudara-saudara kita yang tertindas. Tidak hanya zakat yang hukumnya wajib, tetapi juga Islam sangat menganjurkan kita mengeluarkan infak, sedekah dan hadiah yang sifatnya sunnah guna menyempurnakan amal ibadah kita. Ziarah Kubur Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang berbahagia dan penuh berkah. Alangkah sempurnanya nuansa kebahagiaan itu jika kebahagiaan itu tidak hanya dialirkan kepada yang masih hidup tetapi juga dikirimka kepada yang telah meninggal. Apalagi yang sudah meninggal itu adalah kedua orang yang wajib kita bahagiakan. Rasulullah saw pernah bersabda bahwa anak yang membuat kedua orang tuanya sedih, ia digolongkan sebagai anak yang durhaka, baik mereka masih hidup maupun telah meninggal.. Di antara cara membagiakan mereka, khususnya kedua orang yang telah meninggal adalah berziarah ke kuburnya dengan membacakan doa yang diajakan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Berikut ini tuntunannya: Tuntunan Ziarah Kubur Pertama: Gunakan pakaian apik dan Islami, dianjurkan memakai pakaian berwarna putih- putih, memakai wewangian. Kondisikan hati yang khusuk, perbanyak shalawat dan zikir dalam perjalanan menuju areal kuburan. Kedua: Ketika memasuki areal kuburan ucapkan: اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun,  wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.  Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, kalian telah mendahului kami, dan kami  insya Allah akan menyusul kalian. Ketiga: Ketika sampai di kuburan yang dituju, dalam kondisi yang hening dan khusuk, mulia sebutkan nama Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) lalu sebutkan nama Penghuni kubur, misalnya:  Ilâ hadhrati Rasulillah wa ahlil baitihi salamullâhi ‘alayhim, wa khusushan ilâ ….  Fadhilah dan pahala bacaan ini kami hadiahkan kepada Rasulullah saw dan keluarga sucinya, dan secara khusus untuk … (sebutkan nama penghuni kubur). Kemudian bacalah surat dan ayat berikut: 1. Surat Al-Qadar (7 kali) 2. Surat Al-Fatihah (3 kali) 3. Surat Al-Falaq (3 kali) 4. Surat An-Nas (3 kali), 5. Surat Al-Ikhlash (3 kali)  6. Ayat Kursi (3 kali) Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).” Catatan: Semoga dengan menyebutkan nama Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) sebelum menyebutkan penghuni kubur tersebut, ia mendapat syafaat Rasulullah saw dan keluarga sucinya. Keempat: Membaca doa berikut (3 kali): اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَنْ لاَ Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’ adzdziba hâdzal may yit. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, janganlah siksa penghuni kubur ini. Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.” Kelima: Sentuhkan tangan tanah atau batu nisan kuburannya sambil membaca doa berikut: اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَاَنِسْ وَحْشَتَهُ، وَاَمِنْ رَوْعَتَهُ، وَاَسْكِنْ  اِلَيْهِ  مِنْ رَحْمَتِكَ  يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wah syatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu. Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai. Catatan: Jika penghuni kubur tersebut perempuan, huruf “Hu” diganti “Ha”:   اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهَا، وَصِلْ وَحْدَتَهَا، وَاَنِسْ وَحْشَتَهَا، وَاَمِنْ رَوْعَتَهَا، وَاَسْكِنْ  اِلَيْهَا مِنْ رَحْمَتِكَ  يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهَا بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهَا Allâhumarham ghurbatahâ, wa shil wahdatahâ, wa anis wah syatahâ, wa amin raw‘atahâ, wa askin ilayhâ min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhâ biman kâma yatawallâhâ. Kemudian membaca doa: اللَّهُمَّ جَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ وَ صَاعِدْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَ لَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًا وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’ id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan  kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Dalam suatu riwayat disebutkan: Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meninggal? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang akan kami baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab bacalah doa ini. (Disarikan dari kitab Mafatihul Jinan, pasal 10 , hlm 567-570) Catatan Sesudah membaca doa2 tersebut, kita boleh menyampaikan pesan atau doa dengan bahasa Indonesia, misalnya: Duhai Ibuku, duhai Ayah, sudah sekian lama aku tak berziarah ke kuburmu karena kesibukanku di kota. Kini aku bersama istriku dan anak2 ku berziarah ke kuburmu, karena ingin membahagiakanmu. Ya Allah, bahagiakan ayah dan ibuku, hiburlah kesepian mereka dengan kehadiran kami, ampuni dosa2 mereka dengan syafaat Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa).

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 September 2010 in Uncategorized

 

One response to “>Mudik lebaran

  1. Yaser A

    9 September 2010 at 12:54 AM

    >Doa ke 1 (salam)اَلسَّلاَمُ عَلَىاَهلِ الدِّيَارِ مِنَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْلَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْشَآءَ اللهُ بِكُمْلاَحِقُوْنَDoa ke 2اَللَّهُمَّارْحَمْ غُرْبَتَهُ ، وَصِلْوَحْدَتَهُ ، وَاَنِسْوَحْشَتَهُ ، وَاَمِنْرَوْعَتَهُ ، وَاَسْكِنْاِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَيَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْرَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ ،وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَيَتَوَلاَّهُDoa ke 3اللَّهُمَّجَافِ اْلاَرْضَ عَنْجُنُوبِهِمْ وَ صَاعِدْإِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَلَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًاوَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْرَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِوَحْدَتَهُمْ وَ تُونِسُ بِهِوَحْشَتَهُمْ

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: