RSS

Genderang Perang Ponsel QWERTY Korea vs China

11 Nov

PASAR ponsel bertombol qwerty kini menjadi kian panas setelah
kedatangan Samsung dan LG. Vendor asal Korea Selatan (Korsel) itu baru
saja mengeluarkan seri ponsel qwerty teranyar yang menyasar pasar
kelas menengah ke bawah. Rupanya mereka melihat pasar ponsel qwerty
sangat empuk. Padahal, sebelumnya, ponsel asal Korsel berkiblat pada
Eropa dan Amerika Serikat. Di dua kawasan tersebut, Samsung dan LG
menghadirkan ponsel pintar dengan desain yang cantik. Atau, ponsel
dengan spesifikasi khusus, misalnya untuk musik atau memotret. Mari
kita tengok Samsung yang sudah asyik ber- qwerty di beberapa ponsel
pintar. Sebut saja seri I 600, atau seri I780. Sementara, untuk
jajaran kelas menengah muncul seri Corby seharga Rp 1,4 jutaan.
Rupanya, Samsung sering ingin menghadang kedigdayaan ponsel China di
ranah qwerty yang mirip-mirip BlackBerry. Menurut Romeo Michael Vau,
Manajer Produk Divisi Handheld Production PT Samsung Electronics
Indonesia, Corby menyuguhkan dinamika unik lewat bentuk casing dan
lekuk yang seksi plus warna atraktif. "Corby mengesankan qwerty phone
yang lebih fun, berjiwa muda, dinamis, dengan kemampuan qwerty yang
mumpuni juga," katanya. Keunikan produk ini memang terlihat dari
penampilan luarnya yang futuristik. Ketika menjelajah ke dalam, ada
beberapa fitur umum di kelas middle end, yakni kamera 2 megapiksel,
radio, dan slot charger micro USB. Fitur terakhir ini memudahkan
pengisian baterai. Paling istimewa adalah memori internal Corby yang
gemuk, yakni 37 megabyte (Mb). Jangan lupakan juga tampilan antarmuka
(interface) yang unik karena berbentuk kartun. Tentu saja ada
kemudahan ke situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter,
dan My Space. Lalu, tersedia pula link ke YouTube, Flickr, Friendster,
Picasa, dan Photobucket. Tapi, tentu saja Corby memiliki kelemahan,
yakni koneksi internetnya masih GPRS kelas 10. Pertumbuhan hingga 200
Persen Kalau kurang puas, liriklah seri C6625 seharga Rp 2,5 jutaan.
Ponsel pintar dengan sistem operasi Windows Mobile ini mendapat
sambutan hangat dari pasar. Samsung mengklaim, seri ini terjual 10.000
unit per bulan. Di kelas yang sama, C6625 mendapat saingan ketat dari
Motorola Q9. "Kami melihat, potensi ponsel qwerty di Indonesia sangat
besar, tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Pertumbuhannya sampai 200
persen," kata Romeo. Sementara, LG mengandalkan seri GW300. Ponsel ini
sedikit unggul dari Corby karena memiliki koneksi internet GPRS kelas
12, jadi sekelas EDGE. Hanya saja, jeroan GW300 tidak sebohai Corby,
hanya 15 Mb. Meski begitu, LG memiliki layar lebih besar ketimbang
Corby. Juga ada fitur LiveSquare. Fasilitas ini memungkinkan para
pengguna menyimpan nomor kontak telepon dalam bentuk avatar. Usun
Pringgodigdo, General Manager LG MobileCommunications Indonesia,
mengakui bahwa pihaknya mengambil celah di pasar qwerty yang sudah
dijejali ponsel China. Ia juga mencoba menguak belenggu ponsel pintar
yang dijejali BlackBerry, Nokia seri E, dan juga iPhone. Maka, LG
GW300 dijual seharga Rp 1,5 juta, mendekati ponsel China yang seharga
Rp 700.000–Rp 1,1 juta. Satu aplikasi unik dari produk LG ini adalah
adanya aplikasi religius, yakni aplikasi Al Quran dan Alkitab. Ayo,
pilih China atau Korsel?

Selasa, 10 November 2009 | 16.20 WIB
KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA
Oleh Dian Pitaloka Saraswati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 November 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: