RSS

Hadits-Hadits Dhaif Yang Tersebar Seputar Bulan Ramadhan

24 Agu

http://feedproxy.google.com
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara adil,
(untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah, dan
mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para
pemalsu Sunnah. Sejak bertahun-tahun sunnah telah tercampur dengan hadits-
hadits dhaif, dusta, diada-adakan atau lainnya. Hal ini telah diterangkan
oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan
keterangan yang sempurna. Kami menilai perlunya dibawakan pasal ini
pada kitab kami, karena adanya
sesuatu yang teramat penting yang tidak diragukan lagi sebagai
peringatan bagi manusia, dan sebagai penegasan terhadap kebenaran,
maka kami katakan:
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menetapkan sunnah Nabi secara
adil, (untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah,
dan mematahkan takwilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap
kepalsuan para pemalsu Sunnah. Sejak bertahun-tahun sunnah telah
tercampur dengan hadits-hadits dhaif, dusta, diada-adakan atau
lainnya. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama
salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna. Orang yang
melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat bahwa
mereka -kecuali yang diberi rahmat oleh Allah- tidak memperdulikan
masalah yang mulia ini walaupun sedikit perhatianpun, walaupun banyak
sumber ilmu yang memuat keterangan yang shahih yang menyingkap yang
bathil. Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini, serta
pengaruh yang akan terjadi pada ilmu dan manusia, tapi akan kita
cukupkan sebagian contoh yang baru masuk dan mashyur di kalangan
manusia dengan sangat masyhurnya, hingga tidaklah engkau membaca
makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits ini -sangat
disesalkan- menduduki kedudukan yang tinggi. (Ini
semua) sebagai pengamalan hadits: "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…"
(riwayat Bukhari 6/361), dan sabda beliau: "Agama itu nasehat…"(riwayat
Muslim no.55)
Maka kami katakan wabillahi taufiq:
Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali,
hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih -walau
banyak-
yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif. Semoga Allah
merahmati Al Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan: "(Menyebutkan)
hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya." Jadikanlah imam
ini sebagai suri tauladan kita, jadikanlah ilmu shahih yang telah tersaring
sebagai jalan (hidup) kita.
Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai
dalil) di kalangan manusia pada bulan Ramadhan diantaranya:

1. "Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan,
niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya.
Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun
berikutnya…" Hingga akhir hadits ini.
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan Ibnul Jauzi
di dalam Kitabul Mauduat (2/188-189) dan Abul Yala di dalam Musnad-nya
sebagaimana pada Al Muthalibul Aaliyah (Bab/A-B/ tulisan tangan) dari
jalan Jabir bin Burdah dari Abu Masud Al Ghifari.
Hadits ini maudhu (palsu), penyakitnya pada Jabir bin Ayyub, biografinya
ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata:
"Masyhur dengan kelemahannya." Juga dinukilkan perkataan Abu Nuaim, "Dia
suka memalsukan hadits," dan Bukhari, berkata, "Mungkarul hadits" dan dari
An Nasai, "matruk (ditinggalkan) haditsnya."
Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan ibnu
Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya, "Jika haditsnya shahih,
karena dalam hatiku
ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al Bajali."

2. "Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah (menaungi) kalian,
bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari
seribu bulan,
Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan
menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang
mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu
kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara wajib pada
bulan yang lain….
Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka…" sampai selesai.

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama
yang paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah
(1887) dan Al Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ashbahani dalam
At Targhib (q/178, tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jadan dari
Said bin Al Musayyib dari Salman.

Hadits ini sanadnya dhaif, karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu Saad,
"Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya," berkata Imam
Ahmad bin Hanbal, "Tidak kuat," berkata Ibnu Main, "Dhaif" berkata Ibnu Abi
khaitsamah, "Lemah di segala penjuru," dan, berkata Ibnu Khuzaimah, "Jangan
berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya."

Demikianlah di dalam Tahdizbut Tahdzib (7/322-323). Dan Ibnu Khuzaimah
berkata setelah meriwayatkan hadits ini, "Jika benar kabarnya." Berkata
Ibnu Hajar di dalam Al Athraf, "Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jadan, dan
dia lemah," sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As Suyuthi di dalam
Jamul Jawami (no. 23714-tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits
(1/249), "Hadits yang mungkar."

3. "Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat."

Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam Al
Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Said, dari Ad Dhahhak dari ibnu
Abbas. Nahsyal termasuk yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad Dhahhak
tidak mendengarkan dari ibnu Abbas. Diriwayatkan oleh At Thabrani di dalam
Al Ausath (1/q 69/ Al Majmaul Bahrain) dan Abu Nuaim di dalam Ath Thibun
Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud, dari Zuhair bin
muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih dari Abi hurairah. Dan sanad hadits
ini lemah.

Berkata Abu Bakar Al Atsram, "Aku mendengar Imam Ahmad -dan beliau
menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin muhammad- berkata,
"Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair -pent) beberapa hadits mereka
(orang-orang Syam- pent) yang dhaif itu," Ibnu Abi Hatim berkata,
"Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya
(yang berasal) dari Irak, karena jeleknya hafalan dia." Al Ajalaiy berkata,
"Hadits-hadits yang mereka riwayatkan dari ahli Syam ini tidak membuatku
kagum," demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/427).

Aku katakan: dan Muhammad bin Sulaiaman Syaami, biografinya (disebutkan)
pada Tarikh Damasqus (15/q386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair
sebagaiman dinaskhkan oleh para Imam adalah mungkar, dan hadits ini darinya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-
makna yang benar, yang sesuai dengan syariat kita yang lurus baik dari Al
Quran maupun Sunnah, akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh
kita sandarkan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, dan terlebih
lagi -segala puji hanya bagi Allah- umat ini telah Allah khususkan dengan
sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Dengan sanad ini dapat
diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak,
membedakan yang shahih dari yang jelek. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling
rumit, telah benar dan baik orang yang menamainya (yakni Al Isnad) adalah:
"Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran khabar."

Mudah-mudahan Allah memberi rizki pada kami kebaikannya. Wahai saudaraku
yang haus akan ketaatan kepada Allah, inilah sifat puasa Nabi dihadapanmu.
Dan inilah petunjuknya dalam puasa Ramadhan, bersegeralah kepada kebaikan.

Wasubhaanakallahu wa bihamdika, asyhadu anlaa ilaha illa anta,
astaghfiruka, wa atuubu ilaika.[via]

Sumber : Ikhtisar Shifati Shaumin Nabiyyi SAW Fii Ramadhan

Oleh : Syaikh Salim bin Id Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Posted in Kultum Ramadhan, Tausiyah
email updates from "akhdian.net."
http://feedburner.google.com

———- Forwarded message ———-

From: "akhdian.net" <akhdian@gmail.com>

Date: Mon, 24 Aug 2009 01:33:36 +0000

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: